5 November Makna Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional
Hari Besar Nasional
www.ayasophia.sch.id
Aya Sophia Islamic School
Dipublikasikan: 05/11/2025Dilihat: 52 x
Setiap tanggal 5 November, Indonesia memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat bahwa tumbuhan dan hewan adalah bagian penting dari kehidupan manusia. Alam memberi udara, air, makanan, obat, serta keseimbangan ekosistem yang membuat bumi tetap layak dihuni. Karena itu, pelestarian lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama.
Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional pertama kali digagas oleh Presiden Soeharto pada tahun 1993. Penetapan tanggal 5 November tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1993. Dari keputusan ini, Indonesia memiliki hari khusus untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga flora dan fauna. Tujuan utamanya adalah membangun kepedulian dan mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kelestarian alam.
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Hutan tropis, pegunungan, lembah, laut, dan sungai menjadi rumah bagi ribuan jenis tumbuhan dan satwa. Banyak di antaranya merupakan spesies endemik yang tidak ditemukan di negara lain. Keunggulan ini menjadikan Indonesia sebagai pusat biodiversitas dunia.
Namun kenyataannya, tidak semua kekayaan alam tersebut dalam kondisi aman. Perburuan, perdagangan satwa liar, alih fungsi lahan, polusi, serta perubahan iklim membuat populasi tumbuhan dan hewan semakin terancam. Beberapa satwa seperti harimau sumatra, badak jawa, orangutan, gajah sumatra, dan berbagai jenis burung kini berada pada status kritis. Demikian juga berbagai jenis tanaman langka mulai sulit ditemukan di habitat aslinya. Ketika satu spesies hilang, maka rantai kehidupan terganggu, dan dampaknya dapat dirasakan oleh manusia.
Saat ini, pelaksanaan dan pengawasan program konservasi di Indonesia berada di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Kementerian ini memiliki peran dalam pengelolaan kawasan hutan, perlindungan habitat, penegakan hukum terhadap perdagangan satwa liar, serta edukasi kepada masyarakat. Selain itu, lembaga konservasi, organisasi lingkungan, sekolah, dan masyarakat umum juga terlibat dalam menjaga alam.
Peringatan 5 November bukan hanya sekadar simbol. Banyak kegiatan dilakukan seperti penanaman pohon, penyelamatan satwa, pendidikan lingkungan, kampanye bebas sampah, serta gerakan mengurangi penggunaan plastik. Sekolah dan instansi sering memanfaatkan momentum ini untuk mengajak anak didik memahami pentingnya menjaga lingkungan sejak dini.
Setiap orang dapat berkontribusi melalui tindakan sederhana. Merawat tanaman di rumah, tidak membuang sampah ke sungai, tidak memelihara satwa liar, serta mengurangi plastik sekali pakai adalah langkah kecil dengan dampak besar. Kesadaran lingkungan tidak harus menunggu proyek besar. Perubahan dimulai dari kebiasaan sehari hari.
Jika alam rusak, maka manusialah yang menerima akibatnya. Banjir, tanah longsor, polusi, dan hilangnya sumber air bersih adalah contoh nyata ketika lingkungan tidak terjaga. Sebaliknya, alam yang lestari akan memberikan manfaat dalam jangka panjang. Udara menjadi lebih bersih, sungai tetap mengalir jernih, tanah tetap subur, dan satwa dapat hidup di habitatnya.
Melalui peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, masyarakat diingatkan bahwa alam adalah titipan untuk generasi berikutnya. Anak anak berhak tumbuh di lingkungan yang sehat dan penuh kehidupan. Pelestarian alam hari ini menentukan kualitas hidup di masa depan.
Dengan semangat kebersamaan, menjaga alam bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Ketika seluruh masyarakat peduli, maka flora dan fauna Indonesia akan tetap menjadi kekayaan bangsa yang berharga sepanjang masa.

