Logo

 

 

blog-img Refleksi www.ayasophia.sch.id
Aya Sophia Islamic School
Aya Sophia Islamic School
Dipublikasikan: 10/11/2025
Dilihat: 94 x

Dr. Masduki Asbari: Kepala Sekolah adalah Penjaga Etika dan Pembawa Obor Peradaban Bangsa

 

Dr. Masduki Asbari: Kepala Sekolah adalah Penjaga Etika dan Pembawa Obor Peradaban Bangsa

Tangerang — 10 November 2025.

Dalam refleksi Hari Pahlawan Nasional, Dr. H. Masduki Asbari, S.T., S.M., M.M., seorang akademisi, praktisi pendidikan, sekaligus fasilitator Pembelajaran Mendalam, menyampaikan pesan filosofis yang menggugah kesadaran para pendidik, khususnya para kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing. Baginya, momentum Hari Pahlawan bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga membangkitkan kesadaran spiritual dan moral bagi para pemimpin pendidikan untuk terus menyalakan api pengabdian dalam dunia ilmu dan karakter.

“Para kepala sekolah sejatinya telah ditakdirkan oleh Allah Yang Maha Pendidik untuk menjadi bagian dari penyeru kebijaksanaan di ruang-ruang pembelajaran, penjaga etika di lingkungan akademis, dan pembawa obor peradaban bangsa,” tutur Dr. Masduki Asbari dalam wawancara reflektif bersama media.

Beliau menekankan bahwa peran kepala sekolah hari ini tidak hanya sebatas sebagai manajer administratif, tetapi lebih jauh lagi — sebagai pemimpin moral, intelektual, dan spiritual bagi seluruh warga belajar. Di tengah kompleksitas zaman yang sering menggoyahkan nilai, pemimpin pendidikan dituntut untuk hadir dengan keteguhan nurani, kejernihan pikiran, dan keteladanan laku.

“Menjadi kepala sekolah adalah takdir mulia. Ia bukan hanya tugas jabatan, tetapi panggilan jiwa untuk menjaga nilai kemanusiaan, menegakkan kebenaran, dan membimbing generasi agar tetap berada dalam orbit peradaban,” jelasnya.

Dr. Masduki juga menegaskan bahwa para leader pembelajaran hari ini adalah pahlawan dalam konteks baru. Mereka berjuang bukan dengan senjata, tetapi dengan ilmu, empati, dan kebijaksanaan. 

“Pahlawan pendidikan bukanlah mereka yang dikenal luas, tetapi mereka yang dengan sabar menyalakan cahaya pengetahuan di ruang-ruang kelas, menanamkan kejujuran dalam hati siswa, dan menjaga marwah lembaga pendidikan dari gelapnya pragmatisme,” ungkapnya penuh makna.

Sebagai nasihat filosofis, Dr. Masduki mengajak para kepala sekolah untuk merenungi kembali peran dan jejaknya dalam sejarah lembaga yang mereka pimpin.

“Jadilah pahlawan bagi dirimu sendiri — sekarang dan di masa depan. Jadilah pahlawan yang dikenal dan dikenang oleh seluruh warga belajar dan civitas academica sekolah tempat Anda berkarya. Karena kepemimpinan sejati adalah tentang meninggalkan jejak kebajikan, bukan sekadar nama,” pesannya dengan nada teduh namun bergetar makna.

Bagi Dr. Masduki Asbari, kepemimpinan pendidikan adalah perwujudan nyata dari jihad intelektual dan spiritual. Di tangan para kepala sekolah, masa depan bangsa sedang ditulis — bukan dengan tinta, tetapi dengan keteladanan, kasih, dan keikhlasan.

“Setiap kepala sekolah adalah pahlawan yang sedang menulis sejarahnya sendiri. Bukan di buku pelajaran, tapi di hati anak-anak dan generasi yang akan datang,” tutupnya dalam refleksi Hari Pahlawan yang penuh renungan.