Dr. Masduki Asbari: Temukan Teladanmu, Karena Membangun Diri Tidak Harus Selalu dari Nol
Esai
www.ayasophia.sch.id
Aya Sophia Islamic School
Dipublikasikan: 10/11/2025Dilihat: 95 x
Tangerang — 10 November 2025.
Memperingati Hari Pahlawan Nasional, akademisi dan praktisi pendidikan Dr. H. Masduki Asbari, S.T., S.M., M.M. menyampaikan pesan reflektif yang ditujukan kepada para mahasiswa dan generasi muda Indonesia. Dalam pandangannya, makna kepahlawanan tidak berhenti pada penghormatan terhadap masa lalu, tetapi juga menjadi inspirasi untuk membangun masa depan dengan meneladani nilai-nilai luhur para pahlawan dan tokoh-tokoh pembimbing kehidupan.
Menurut Dr. Masduki Asbari, pahlawan sejati adalah figur teladan — seseorang yang dengan keteguhan hati, keikhlasan, dan perjuangan tanpa pamrih menyalakan lentera nilai bagi generasi setelahnya.
“Temukan teladanmu hari ini, temukan figur yang bisa menjadi mentor kehidupanmu. Sebab kesuksesan jarang lahir dari ruang kosong. Ia tumbuh dari jejak-jejak kebijaksanaan yang diwariskan para pendahulu,” ungkapnya dalam wawancara reflektif bersama media.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa setiap mahasiswa dan generasi muda seyogyanya memiliki figur panutan dalam perjalanan intelektual dan sosialnya — sosok yang bisa menjadi cermin moral, pembimbing nalar, dan penuntun arah hidup.
“Seorang yang sukses hampir dapat dipastikan memiliki mentor-mentor kehidupan yang menginspirasi. Dari mereka, kita belajar bukan hanya tentang cara berpikir dan bertindak, tetapi juga tentang bagaimana menata diri, menjaga integritas, dan membangun makna dalam setiap langkah kehidupan,” jelasnya.
Dr. Masduki menekankan bahwa membangun diri tidak harus selalu dimulai dari angka nol. Belajar dari pengalaman dan hikmah orang lain merupakan bagian dari kecerdasan sosial dan spiritual seorang insan terdidik. “Mahasiswa yang cerdas bukan hanya yang memiliki nilai akademik tinggi, tetapi juga yang mampu membaca jejak kehidupan para teladan — agar tidak perlu mengulangi kesalahan yang sama, agar langkahnya lebih cepat dan arahnya lebih tepat,” tambahnya.
Dalam konteks Hari Pahlawan, pesan ini menjadi refleksi yang kuat bahwa setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk menemukan dan melanjutkan estafet nilai dari para pahlawan bangsa, guru, dan mentor kehidupan. Di sanalah semangat kepahlawanan menemukan bentuknya yang baru — bukan lagi dalam pertempuran fisik, tetapi dalam perjuangan membangun karakter, ilmu, dan peradaban.
“Jadilah pahlawan bagi cita-citamu sendiri. Dan sebelum itu, temukan pahlawan yang bisa menuntunmu pada versi terbaik dirimu. Karena kehidupan adalah perjalanan belajar, bukan hanya dari buku, tapi dari jiwa-jiwa besar yang telah lebih dulu berjalan,” tutup Dr. Masduki Asbari dengan nada penuh inspirasi.

