Mengenang Jasa: Hari Pahlawan 10 November, Mengapa Penting bagi Generasi Muda?
Hari Besar Nasional
www.ayasophia.sch.id
Aya Sophia Islamic School
Dipublikasikan: 10/11/2025Dilihat: 68 x
Setiap tanggal 10 November, seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Momen ini bukan sekadar libur nasional atau upacara seremonial, melainkan pengingat kolektif akan sebuah peristiwa heroik yang menjadi fondasi tegaknya kemerdekaan Republik Indonesia. Peringatan Hari Pahlawan adalah wujud penghargaan tertinggi kita kepada para pejuang yang rela berkorban demi keutuhan bangsa.
Sejarah Hari Pahlawan 10 November: Dari Surabaya Lahir Semangat Perlawanan
Penetapan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan didasarkan pada pertempuran dahsyat yang terjadi di Surabaya pada tahun 1945. Peristiwa ini dikenal sebagai Pertempuran Surabaya, sebuah konflik bersenjata berskala besar pertama yang melibatkan pasukan Indonesia dengan militer asing setelah proklamasi kemerdekaan.
Pemicu Pertempuran
Ketegangan memuncak setelah tewasnya Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby, komandan pasukan Inggris untuk Jawa Timur, pada 30 Oktober 1945. Kematian Mallaby membuat pihak Inggris marah besar.
Pada 9 November 1945, Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum yang sangat keras. Isinya menuntut seluruh pejuang dan rakyat Indonesia di Surabaya untuk:
-
Menyerahkan semua senjata mereka.
-
Menghentikan perlawanan.
-
Para pemimpin perlawanan harus menghadap Inggris paling lambat 10 November 1945, pukul 06.00 WIB, untuk menandatangani surat penyerahan tanpa syarat.
Penolakan Heroik
Para pemimpin Indonesia, termasuk Gubernur Suryo dan terutama Bung Tomo dengan pidatonya yang membakar semangat, menolak mentah-mentah ultimatum tersebut. Penolakan ini menandai dimulainya Pertempuran 10 November 1945.
Surabaya menjadi "neraka" pertempuran. Meskipun Inggris mengerahkan kekuatan penuh dari darat, laut, dan udara, rakyat Surabaya—termasuk para milisi dan warga sipil—berjuang dengan gigih selama hampir tiga minggu. Puluhan ribu pejuang gugur. Pengorbanan inilah yang kemudian diabadikan oleh Presiden Soekarno melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959, menjadikan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan Nasional.
Makna Hari Pahlawan di Era Modern
Lalu, apa makna Hari Pahlawan bagi kita yang hidup di era digital, jauh dari medan perang? Semangat kepahlawanan tidak lagi diukur dengan bambu runcing, tetapi dengan kontribusi dan integritas.
-
Menumbuhkan Nasionalisme dan Persatuan: Peringatan ini mengingatkan kita bahwa bangsa ini berdiri di atas darah dan air mata, menumbuhkan kembali rasa cinta tanah air dan komitmen untuk menjaga persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
-
Meneladani Nilai Kepahlawanan: Nilai seperti keberanian, pantang menyerah, integritas, dan pengorbanan tanpa pamrih adalah warisan yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, kantor, maupun masyarakat.
-
Pahlawan Pembangunan: Kini, definisi pahlawan meluas. Setiap individu yang berjuang dengan gigih melawan kemiskinan, kebodohan, kerusakan lingkungan, atau korupsi, serta mereka yang berinovasi dan berprestasi demi kemajuan bangsa, adalah pahlawan masa kini.
Peran Generasi Muda dalam Meneruskan Cita-Cita Pahlawan
Generasi muda memiliki peran krusial dalam melanjutkan perjuangan para pahlawan. Perjuangan masa kini adalah perjuangan intelektual dan moral.
-
Berjuang Melalui Pendidikan: Belajar dengan tekun dan meraih prestasi adalah bentuk perjuangan modern untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, seperti yang dicita-citakan para pahlawan.
-
Menjaga Integritas: Menolak tindakan korupsi, menyebarkan informasi yang benar (anti-hoax), dan menjunjung tinggi kejujuran adalah pengamalan nyata dari nilai-nilai kepahlawanan.
-
Inovasi dan Kontribusi Positif: Menggunakan teknologi dan kreativitas untuk memajukan daerah, menciptakan solusi, dan berkontribusi pada ekonomi bangsa adalah cara generasi muda menjadi pahlawan di bidang masing-masing.
Hari Pahlawan 10 November adalah momentum refleksi. Sudahkah kita menjadi pahlawan bagi diri sendiri, lingkungan, dan bangsa kita? Mari kita jadikan peringatan ini sebagai energi untuk terus maju, karena semangat pahlawan harus selalu menyala di dada setiap warga negara Indonesia.

