Ngabuburead #12: Izzah dan Adab di Tengah “Perang Dunia Kecil” — Ramadhan sebagai Momentum Pengendal
Ramadhan
www.ayasophia.sch.id
Aya Sophia Islamic School
Dipublikasikan: 02/03/2026Dilihat: 159 x
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ
(البخاري ومسلم)
“Bukanlah orang kuat itu yang menang dalam bergulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu menguasai dirinya ketika marah.”
Dalam hadis lain beliau ﷺ bersabda:
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
(البخاري ومسلم)
“Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya.”
Ibnu Taimiyah رحمه الله berkata:
مَا يَفْعَلُ أَعْدَائِي بِي؟ أَنَا جَنَّتِي وَبُسْتَانِي فِي صَدْرِي
“Apa yang dapat dilakukan musuh-musuhku terhadapku? Surga dan tamanku ada di dalam dadaku.”
Imam Hasan Al-Bashri رحمه الله juga berkata:
لَيْسَ الْإِيمَانُ بِالتَّمَنِّي وَلَا بِالتَّحَلِّي، وَلَكِنْ مَا وَقَرَ فِي الْقَلْبِ وَصَدَّقَهُ الْعَمَلُ
“Iman bukanlah angan-angan dan bukan pula hiasan lahiriah, tetapi sesuatu yang menetap di hati dan dibenarkan oleh amal.”
Ketika Dunia Bergejolak, Hati Jangan Ikut Terbakar
Kita hidup di zaman ketika konflik global mudah menjalar ke layar gawai, masuk ke ruang keluarga, dan memicu amarah kolektif. Perang yang terjadi di berbagai belahan dunia terasa dekat, emosional, dan memancing reaksi cepat.
Namun Ramadhan datang bukan untuk memperbesar api, melainkan untuk menata bara dalam dada.
Kemarahan mungkin manusiawi. Tetapi pengendalian diri adalah tanda kematangan iman.
Nabi ﷺ menegaskan bahwa kekuatan sejati bukan pada otot, melainkan pada kemampuan menguasai diri saat marah. Ini adalah pelajaran besar di tengah situasi geopolitik yang memanas.
Izzah: Harga Diri yang Bermartabat
Dalam tradisi Islam, izzah adalah kemuliaan. Ia bukan kesombongan, bukan kebencian, bukan arogansi kolektif. Izzah adalah harga diri yang berdiri di atas iman dan akhlak.
Seorang Muslim memiliki izzah ketika:
• Ia tidak mudah diprovokasi.
• Ia tidak larut dalam ujaran kebencian.
• Ia menjaga kehormatan dirinya dengan adab.
Izzah bukan berarti keras. Ia berarti teguh.
Izzah bukan berarti benci. Ia berarti bermartabat.
Di tengah konflik global, umat Islam diuji bukan hanya secara politik, tetapi secara moral.
Adab: Kompas di Tengah Kekacauan
Perang memicu narasi hitam-putih. Siapa kawan, siapa lawan. Siapa benar, siapa salah. Tetapi Islam mengajarkan bahwa bahkan dalam konflik, adab tidak boleh runtuh.
Rasulullah ﷺ melarang melampaui batas bahkan dalam peperangan. Apalagi dalam perang opini.
Adab berarti:
• Tidak menyebarkan informasi tanpa verifikasi.
• Tidak melontarkan kebencian tanpa kendali.
• Tidak menjustifikasi kezaliman atas nama solidaritas.
Ramadhan melatih kita menahan lapar. Seharusnya ia juga melatih kita menahan jari dan lisan.
Ramadhan sebagai Momentum Pengendalian Diri
Puasa adalah latihan kontrol diri paling intensif. Selama 14 jam, kita menahan yang halal. Maka lebih layak kita menahan yang haram — termasuk ujaran kebencian dan kemarahan berlebihan.
Pengendalian diri bukan kelemahan. Ia adalah strategi kekuatan jangka panjang.
Bangsa yang kuat bukan yang paling keras suaranya, tetapi yang paling jernih pikirannya.
Ramadhan mengingatkan bahwa perubahan dunia dimulai dari perubahan diri. Jika hati damai, tindakan lebih terukur.
Kekuatan Insan Muslim di Tengah Krisis Global
Kekuatan seorang Muslim bukan pada retorika, tetapi pada integritas.
Di tengah konflik global, peran kita sebagai individu Muslim bisa diwujudkan melalui:
1. Doa untuk kedamaian dan keadilan.
2. Literasi kritis terhadap berita dan propaganda.
3. Solidaritas kemanusiaan tanpa kehilangan objektivitas moral.
4. Membangun kapasitas diri agar kelak mampu berkontribusi pada solusi.
Ramadhan adalah ruang membangun kedalaman spiritual agar tidak terombang-ambing oleh arus emosi kolektif.
Refleksi Filosofis
Dunia mungkin bergejolak. Tetapi hati seorang mukmin harus tetap terjaga.
Musuh terbesar bukan selalu di luar. Kadang ia adalah amarah dalam diri.
Jika kita kalah oleh emosi, kita kehilangan izzah.
Jika kita menjaga adab, kita menjaga martabat.
Ramadhan mengajarkan bahwa kekuatan terbesar adalah kekuatan batin.
Penutup Doa
اللَّهُمَّ احْفَظْ قُلُوبَنَا مِنَ الْغَضَبِ وَالْحِقْدِ،
وَاجْعَلْنَا أَهْلَ عِزَّةٍ بِالْإِيمَانِ وَأَهْلَ أَدَبٍ فِي كُلِّ حَالٍ،
وَانْشُرِ السَّلَامَ فِي أَرْضِكَ، وَارْزُقْنَا حِكْمَةً فِي زَمَنِ الْفِتَنِ.
“Ya Allah, jagalah hati kami dari amarah dan kedengkian, jadikan kami orang-orang yang memiliki kemuliaan dengan iman dan adab dalam setiap keadaan, sebarkanlah kedamaian di bumi-Mu, dan anugerahkan kepada kami hikmah di zaman fitnah.”
Semoga Ramadhan ini menjadikan kita insan Muslim yang kuat bukan karena keras, tetapi karena terkendali; bukan karena benci, tetapi karena bermartabat; bukan karena emosi, tetapi karena iman.

