Logo

 

 

Ngabuburead #8: Menuntut Ilmu sebagai Jalan Kemuliaan Bangsa

blog-img Ramadhan www.ayasophia.sch.id
Aya Sophia Islamic School
Aya Sophia Islamic School
Dipublikasikan: 26/02/2026
Dilihat: 224 x

Rasulullah ﷺ bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

(ابن ماجه)

 “Menuntut ilmu adalah kewajiban atas setiap Muslim.”

Dalam hadis lain:

إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

(مسلم)

 “Sesungguhnya Allah mengangkat dengan kitab ini suatu kaum dan merendahkan dengannya kaum yang lain.”

Ungkapan Ulama

Imam Syafi’i رحمه الله berkata:

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ

 “Barang siapa menginginkan dunia maka hendaklah dengan ilmu; barang siapa menginginkan akhirat maka hendaklah dengan ilmu; dan barang siapa menginginkan keduanya maka hendaklah dengan ilmu.”

Imam Ahmad رحمه الله juga menegaskan:

 

النَّاسُ إِلَى الْعِلْمِ أَحْوَجُ مِنْهُمْ إِلَى الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ

 “Manusia lebih membutuhkan ilmu daripada mereka membutuhkan makanan dan minuman.”

Ilmu sebagai Fondasi Kemuliaan Kolektif

Kemuliaan bukan sekadar kekayaan materi atau kekuatan politik. Ia adalah kualitas peradaban. Dan peradaban berdiri di atas ilmu.

Bangsa yang kuat adalah bangsa yang literat.

Bangsa yang literat adalah bangsa yang berpikir.

Bangsa yang berpikir adalah bangsa yang bermartabat.

Menuntut ilmu bukan aktivitas individual yang terpisah dari agenda kebangsaan. Ia adalah investasi strategis jangka panjang. Dalam perspektif pembangunan manusia (human capital development), pendidikan adalah pengungkit utama daya saing nasional.

Ramadhan mengingatkan kita bahwa ibadah dan ilmu tidak terpisah. Keduanya adalah dua sayap kemuliaan.

Filosofi Menuntut Ilmu: Dari Individu ke Bangsa

Ilmu membebaskan manusia dari ketidaktahuan. Ketidaktahuan melahirkan ketakutan. Ketakutan melahirkan konflik.

Sebaliknya, ilmu melahirkan pemahaman. Pemahaman melahirkan kebijaksanaan. Kebijaksanaan melahirkan keadilan.

Jika setiap individu Muslim memandang menuntut ilmu sebagai kewajiban, maka kolektivitas umat akan bergerak menuju kemajuan.

Namun ilmu yang dimaksud bukan sekadar informasi. Ia adalah ilmu yang:

• Menguatkan akhlak

• Mengasah logika

• Menghadirkan solusi

• Menghubungkan dunia dan akhirat

Ramadhan dan Spirit Keilmuan

Ramadhan adalah bulan refleksi. Lapar mengingatkan keterbatasan manusia. Dalam keterbatasan itu, kita sadar bahwa ilmu adalah cahaya.

Bagi dosen, menuntut ilmu berarti terus belajar dan memperbarui wawasan.

Bagi guru, berarti memperdalam metode dan memperluas perspektif.

Bagi kepala sekolah, berarti membaca zaman sebelum mengambil kebijakan.

Bagi mahasiswa, berarti membangun fondasi intelektual yang kokoh.

Ilmu bukan hanya untuk lulus ujian. Ia adalah alat membangun masa depan bangsa.

Ilmu dan Indonesia Emas

Indonesia Emas 2045 tidak cukup dibangun oleh infrastruktur fisik. Ia memerlukan infrastruktur intelektual dan moral.

Revolusi pendidikan harus berorientasi pada:

• Budaya riset

• Literasi kritis

• Integritas akademik

• Etos belajar sepanjang hayat

Ilmu yang dipelajari hari ini menentukan kualitas kepemimpinan esok hari.

Jika generasi hari ini malas membaca, maka generasi esok akan kehilangan arah.

Jika generasi hari ini rajin belajar, maka generasi esok akan memimpin dengan percaya diri.

Refleksi Filosofis

Menuntut ilmu adalah bentuk ibadah yang paling produktif. Ia menggabungkan pencarian makna dengan pencarian solusi.

Ilmu yang benar menumbuhkan kerendahan hati. Semakin dalam seseorang belajar, semakin ia sadar betapa luasnya yang belum ia ketahui.

Kemuliaan bangsa tidak lahir dari retorika, tetapi dari ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, dan majelis ilmu.

Ramadhan mengajak kita menghidupkan kembali tradisi menuntut ilmu sebagai jalan kemuliaan kolektif.

Penutup Doa

اللَّهُمَّ ارْفَعْنَا بِالْعِلْمِ، وَزَيِّنَّا بِالْحِلْمِ،

وَاجْعَلْ طَلَبَنَا لِلْعِلْمِ سَبَبًا لِرِفْعَةِ أُمَّتِنَا،

وَارْزُقْنَا عِلْمًا يَهْدِينَا وَيَنْفَعُ بِهِ بِلَادَنَا.

“Ya Allah, angkatlah derajat kami dengan ilmu, hiasilah kami dengan kelembutan,

jadikanlah pencarian ilmu kami sebagai sebab kemuliaan umat kami,

dan anugerahkanlah kepada kami ilmu yang membimbing kami dan memberi manfaat bagi negeri kami.”

Semoga Ramadhan ini menyalakan kembali semangat menuntut ilmu — bukan sekadar demi gelar, tetapi demi kemuliaan bangsa dan keberlanjutan peradaban.